Click Generation: Liburan Anti Ribet Zaman Now

online-booking-tool

Online Booking (Sumber: http://www.hbbn.com.au)

Duh, kalau ngomongin liburan zaman dulu, ga kebayang gimana repotnya. Mulai dari kumpulin brosur dari agen wisata, cari referensi tempat wisata ke majalah, tanya-tanya orang yang pernah pergi, sampai beli tiket dan segala sesuatunya serba manual atau ikut tur dengan harga selangit. Belum lagi kalau ngajakin orang, terus orangnya tiba-tiba membatalkan rencana perjalanannya bareng kita. Widih ribet banget buat urus refund atau ganti nama bisa sampai ubanan.

Untungnya sekarang dengan adanya internet dan teknologi yang canggih, liburan jadi makin gampang dan praktis. Cukup dengan berapa kali klik saja, kita sudah bisa dapat nomor booking di kota atau negara yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Sampai-sampai kita bisa baca review dari orang yang pernah nginep di tempat tersebut buat bahan pertimbangan. Jadi ga beli kucing dalam karung kan? Apalagi semua harga dan list biaya yang harus dibayarkan sudah transparan tanpa ada dusta di antara kita dan dia #eaaa.

2

Semua dalam Genggaman (Sumber: CedCommerce.com)

Cukup duduk manis di depan laptop, komputer, atau bahkan smartphones, kita sudah bisa membeli tiket pesawat, hotel, atraksi wisata, dan segala macam keperluan wisata hanya dalam 1 genggaman saja #LiburanJadiMudah. Belum lagi budgetnya bisa menyesuaikan dengan kantong kita, jadi ga takut harus nombok atau makan nasi sama garam di akhir bulan karena kehabisan uang saat wisata atau bayar paket tur.

Kini Vizitrip hadir untuk memberikan kemudahan dalam kehidupan kita di zaman now. Cukup dengan berapa kali klik, kita bisa mendapatkan paket tur yang kita inginkan sesuai budget, serta tanggal yang bebas kita pilih. Duh, kebayang kan kalau ikut tur, tapi tanggalnya ga pas malah jadi potong cuti yang banyak. Belum lagi kalau acaranya banyak yang ga sesuai sama itinerary yang sudah ditulis kan tambah bete.

viztrip-logo-black-B

Vizitrip (Sumber: blog.vizitrip.com)

Selain pilihan dan paketnya banyak, Vizitrip juga punya regular trip, open trip, dan group trip yang bisa dipilih sesuai dengan tipe wisata yang kita lakukan. Navigasinya gampang, kliknya ga ribet, dan pastinya bisa atur tanggal sesuai dengan keinginan kita. Pasti dong sebagai click generation yang pengen praktis, ga ribet, dan serba cepat, Vizitrip jadi solusi yang pas buat jalan-jalan yang asyik, entah itu sendiri atau bareng teman #LiburanJadiMudah.

Namanya juga kan liburan, masa sih harus pusing-pusing lagi kayak ngerjain tugas kampus atau kantor yang ga kelar-kelar. Selain fleksibel, budget friendly, dan dapat dipercaya, Vizitrip juga menyediakan sarana komunikasi yang kekinian. Kita ga perlu datang jauh-jauh ke biro perjalanan, tapi bisa pakai e-mail, Line, dan WhatsApp buat komunikasi sama adminnya. Praktis banget ya sambil duduk santai di rumah, bisa booking paket perjalanan yang asyik ga pakai ribet dalam berapa klik saja.

Vizitrip-blog-cover-4

Temukan Destinasi Impianmu (Sumber: blog.vizitrip.com)

Maka dari itu, liburan zaman now itu harus bebas dari kata ribet, apalagi kalau sudah ada Vizitrip yang siap memfasilitasi semua keperluan wisata kita, mulai dari paket perjalanan yang pas dengan kepribadian dan budget kita, sama beli tiket wisata dengan harga terjangkau. Tanpa harus pusing riset berkali-kali atau bolak balik pergi ke biro perjalanan buat konfirmasi segala sesuatunya sampai kepala botak. Sebagai generasi serba klik, liburan anti ribet itu sudah pasti di zaman now. Apalagi bersama Vizitrip yang slogannya, make your trip easy #LiburanJadiMudah.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition #LiburanJadiMudah dengan tema “Mudahnya Liburan Jaman Sekarang” dari Vizitrip

Advertisements

(Jaga Sportivitas, Raih Kemenangan) Dukung Bersama Asian Games 2018

logo

Kepada atlet Indonesia yang akan bertanding di Asian Games 2018,

Saya berharap kalian mampu berjuang untuk meraih prestasi terbaik di ajang Asian Games 2018. Bukan soal siapa yang menang dan kalah, namun semangat dan kegigihan kalian dalam mengharumkan nama Indonesia patut diacungi jempol. Kalian adalah pahlawan Indonesia yang siap membela bangsa di arena olimpiade layaknya pahlawan yang siap bertempur di medan perang pada masa itu. Lakukan yang terbaik dan jadilah atlet Indonesia yang dibanggakan.

Tetap jaga sportivitas karena Asian Games 2018 adalah even olahraga yang mempersatukan, bukan mengkotak-kotakkan siapa yang menang atau kalah. Jalin tali persaudaraan dengan atlet negara lain, berkompetisi secara sehat, dan raih kemenangan dengan kemampuan terbaik. Banggakan Sang Saka Merah Putih, saya yakin semangat kalian akan mengobarkan semangat kami juga selaku masyarakat Indonesia yang menyaksikan kalian di Asian Games 2018. Selamat berjuang dan jadilah pemenang di hati kami! #dukungbersama

seagames-jakarta-palembang

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog “Surat Terbuka untuk Atlet Indonesia”

Pendidikan Zaman Now: Implementasi 4C Berbasis Partisipasi Keluarga #SahabatKeluarga

perbedaan-pendidikan-dulu-dan-sekarang

Pendidikan Era Kekinian (Sumber: gulalives.co)

Pendidikan identik dengan keberadaan sekolah, guru, murid, papan tulis, lapangan upacara, dan berbagai elemen lain yang menunjang proses pendidikan. Selain itu, pendidikan juga kerapkali dikaitkan dengan penguasaan materi dasar, seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisiko, Biologi, Geografi, Sejarah, PKn, dan berbagai mata kuliah lainnya. Padahal lebih dari itu, pendidikan memiliki arti yang luas dan merangkum berbagai elemen kehidupan yang bersifat mendasar dalam tumbuh kembang seorang anak.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Sementara itu, menurut Garis Besar Haluan Negara, pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Maka dari itu, pendidikan menjadi proses yang krusial bagi perkembangan anak yang kelak akan menjadi penerus masa depan bangsa Indonesia.

Peribahasa “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari” menjadi sebuah renungan bagi keluarga tentang urgensi proses pendidikan dalam pembentukan karakter. Dalam hal ini, keluarga menjadi benteng pertama dan utama yang akan menuntun seorang anak menuju masa depan, baik dari bagaimana cara mereka berinteraksi, beradaptasi, maupun menyikapi berbagai tantangan hidup yang semakin kompleks di masa mendatang.

memperkenalkan-gadget-pada-anak

Fenomena Nomophobia (Sumber: Squlio.com)

Kemajuan teknologi yang ditandai dengan fenomena nomophobia atau no mobile phone phobia juga menjadi sebuah tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan di era kekinian. Pendidikan yang dulu cenderung bersifat satu arah antara guru dan murid, kini tidak lagi relevan dengan konsep pendidikan zaman now, di mana semua akses informasi antara guru dan murid menjadi tidak ada lagi batasan.

Maka dari itu, pendidikan zaman now harus mengalami transformasi dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Di samping itu, pendidikan juga harus menuntun anak yang lahir di generasi milenial untuk mengembangkan kepribadian, kemampuan afektif, kognitif, dan psikomotorik secara simultan guna beradaptasi dengan dunia yang semakin dinamis.

463,280_1fd3dbb9-730c-4892-86a2-d6586af60b55

Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. dalam Festival Karya Anak dan Remaja 2017 (Sumber: sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id)

Dalam Festival Karya Anak dan Remaja 2017, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menekankan pentingnya kemampuan 4C dalam perkembangan anak milenial, yakni critical thinking, creativity and innovation, collaboration, dan communication. Dalam hal ini, peran serta keluarga menjadi sebuah keniscayaan dalam mengembangkan 4C karena keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat mempunyai peran sentral dalam pendidikan.

Berbekal fenomena tersebut, maka pendidikan zaman now haruslah mencakup implementasi 4C berbasis partisipasi keluarga. Keluarga tidak hanya menitipkan anak untuk diubah pengetahuan dan akhlaknya di sekolah, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam mengawal perkembangan anak menuju pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga mendewasakan.

 

Critical Thinking

critical-thinking-kv-750x420

Critical Thinking (Sumber: http://www.ef.co.id)

Ketika seorang anak bertanya suatu hal yang terkadang sangat sederhana, simpel, atau bahkan tidak memerlukan jawaban, maka keluarga berperan untuk menjadi fasilitator dalam mengembangkan curiousity atau rasa ingin tahu anak tersebut. Jawaban “pokoknya begitu”, “jangan banyak tanya”, dan pernyataan yang mematikan rasa ingin tahu anak haruslah dihindari karena akan membuat anak enggan untuk mengeksplorasi berbagai hal baru yang ingin ia diketahui.

Berpikir kritis akan membantu anak untuk menemukan berbagai kemungkinan jawaban dari pertanyaan dasar yang ia ajukan. Keluarga dapat melatih kemampuan ini dengan mengajak anak untuk bermain peran yang ia sukai, memberikan pertanyaan terbuka, memberi sudut pandang berbeda, memberikan hubungan sebab akibat, dan mencari referensi. Keluarga harus menjaga agar rasa ingin tahu anak ini dapat dialokasikan untuk sesuatu yang positif.

top-10

10 Kemampuan Utama di Tahun 2015 dan 2020 (Sumber: http://philosophy.hku.hk)

Apalagi berpikir kritis termasuk dalam 5 kemampuan utama yang harus dimiliki anak milenial di tahun 2020.

Pertanyaan dasar, seperti “Mengapa kita harus buang sampah ke tempat sampah?” dapat dikelola keluarga untuk menjadi sebuah latihan berpikir kritis yang efektif. Berikan anak argumen yang logis tentang relasi antara sampah, kebersihan, dan kesehatan. Ketika kita membuang sampah pada tempatnya, maka hal itu akan berpengaruh pada kesehatan tubuh kita. Selain itu, buang sampah pada tempatnya akan menjaga kerapian dan keindahan. Lewat jawaban yang lengkap dan logis, maka anak akan semakin tertarik untuk menggali lebih lanjut tentang sebuah pengetahuan dari hal kecil yang tidak terpikirkan tersebut.

Secara tidak langsung, pertanyaan simpel dari anak juga akan memacu keluarga untuk terus belajar mencari informasi untuk menjawab keingintahuan anak tersebut. Apalagi anak mempunyai akses yang tidak terbatas pada informasi yang ada di gawai mereka dari Mbak Google.

 

Creativity and Innovation

dreamstime_xs_20226891

Kreativitas Anak (Sumber: id.theasianparent.com)

Kreativitas dan inovasi juga menjadi salah satu kemampuan yang sangat diperlukan di era kekinian. Kompetisi yang ketat antara satu negara dengan negara lain tanpa adanya batasan geografis akibat akses informasi yang terbuka luas menjadi sebuah peluang dan tantangan. Di satu sisi, kita bisa mempelajari berbagai hal baru secara cepat dan mudah. Di sisi lain, pengaruh budaya lain yang destruktif dapat menjadi sebuah hambatan bagi kemajuan bangsa.

Kreativitas seorang anak dapat dilatih dengan memberi anak kebebasan untuk mengembangkan diri. Ketika mendapatkan tugas menggambar, biarkan anak untuk berimajinasi tentang konsep gambar tersebut. Jangan berikan panduan tertulis atau petunjuk yang akan mengarahkan anak pada sebuah bentuk tertentu. Bisa juga dengan mengajak anak bermain LEGO tanpa ada panduan khusus yang menuntut anak untuk menciptakan sebuah bentuk baru yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Lewat sebuah kertas kosong, setiap anak dapat menciptakan bentuk, gambar, dan pola yang baru dan tercipta sebuah kreativitas dari tangan anak. Selain kreativitas, anak juga harus dilatih untuk berpikir inovatif. Mereka dituntun untuk menemukan jati diri mereka lewat potensi dan kreativitas yang mereka miliki. Ketika mereka selesai menggambar, mereka tidak hanya selesai pada proses menggambar itu, tetapi juga bisa mengikutsertakan gambar itu pada sebuah kompetisi atau menjualnya sebagai elemen sebuah produk.

lima-robot-buatan-anak-bangsa-ini-patut-dibanggakan-sgbzsLeP1N

Robot Karya Anak Bangsa (Sumber: techno.okezone.com)

Keluarga dapat melatih anak untuk berpikir kreatif dan inovatif lewat kegiatan bermain, jalan-jalan, serta mengeksplorasi sebuah tempat baru setiap minggunya. Jika liburan anak cukup panjang, jalan-jalan ke daerah lain di Indonesia atau ke luar negeri dapat menjadi sebuah sarana untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi. Lewat pengamatan dan antusiasme yang dimiliki anak, maka anak akan mencerna pengalaman yang didapatnya menjadi sebuah kreasi yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Innovators-DNA

Five Discovery Skills dari The Innovator’s DNA (Sumber: http://www.paulkeijzer.com)

Dalam buku “DNA Inovator: Menguasai Lima Keahlian Para Inovator Disruptif” karya Jeff Dyer dan tim disebutkan bahwa seorang inovator harus memiliki keahlian associating, questioning, observing, networking, dan experimenting. Maka dari itu, memberikan anak kesempatan untuk melatih kelima kemampuan dasar seorang inovator ini akan sangat bermanfaat untuk membentuk sikap yang kreatif dan inovatif pada anak, yakni dalam bentuk eksplorasi diri ke sebuah tempat baru yang menuntut mereka untuk berpikir kreatif dan inovatif.

 

Collaboration

Vaz-collaboration1

Kolaborasi (Sumber: patimes.org)

Salah satu tantangan terbesar yang dihasilkan dari kemajuan teknologi adalah sikap individualisme yang ditimbulkan oleh gadget. Akses informasi yang mudah, cepat, dan berada dalam satu genggaman tangan membuat orang menjadi tidak bergantung pada orang lain atau mempunyai sikap individualistis. Tak heran muncul argumen bahwa teknologi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Hal ini terlihat dalam interaksi antara keluarga di sebuah rumah makan, di mana setiap anggota keluarga sibuk memegang gadget tatkala menikmati santapan keluarga.

555e5dcd0423bd9d168b4567

Keluarga dan Gadget (Sumber: Kompasiana.com)

Sang ayah sibuk melihat WhatsApp untuk urusan pekerjaan, sementara ibu sibuk memantau aplikasi Instagram dan mengabadikan kebersamaan keluarga melalui fitur InstaStory. Kemudian anak-anak sibuk bermain Mobile Legend, Angry Bird, dan berbagai games lainnya di ponsel pintar mereka masing-masing. Alhasil arti kebersamaan keluarga menjadi sebuah ilusi di era kekinian yang semakin canggih.

Melihat fenomena ini, maka keluarga harus menjadi patron dalam mengembangkan kolaborasi di era yang sudah semakin mudah dan cepat dalam mengakses informasi. Kolaborasi dapat dikembangkan dengan pertemanan dengan tetangga, teman sekolah, hingga bergabung dalam komunitas yang mempunyai hobi atau kegemaran yang sama dengan anak. Bisa juga anak diikutsertakan dalam sebuah les non akademik yang memberi anak kesenangan untuk mengembangkan bakatnya.

happy children making high five at robotics school

Kolaborasi Anak di Sekolah (Sumber: http://bms4c.org)

Anak juga bisa diberi tantangan untuk menjadi koordinator dalam sebuah acara kecil di sekolahnya. Lewat kepercayaan, tanggung jawab, dan pergaulan yang harus dilakukan antara anak dengan teman-temannya diharapkan anak menjadi terlatih untuk berkolaborasi dengan orang lain. Anak bisa bekerja sama dalam tim, mempunyai sikap toleransi, bisa menerima perbedaan, dan akhirnya bisa memperkaya perspektif dalam spektrum yang lebih luas.

 

Communication

social communication problems in Aspergers child

Kemampuan Komunikasi (Sumber: http://www.myaspergerschild.com)

Komunikasi adalah salah satu kemampuan dasar yang sangat penting untuk dikembangkan dewasa ini. Maraknya berita bohong, radikalisme, provokasi, dan minimnya etika komunikasi menjadi tantangan yang harus diatasi keluarga dalam mengembangkan kemampuan komunikasi. Komunikasi bukan hanya bagaimana cara berbicara dengan orang lain, tetapi bagaimana cara kita menyampaikan pesan secara tepat dan efektif kepada berbagai pihak yang ada di sekeliling kita.

Dalam hal ini, keluarga berperan sentral dalam proses perkembangan komunikasi anak untuk menggunakan sapaan sebelum menyampaikan inti dari pesan, kemudian bagaimana mengatur bahasa tubuh, pemakaian kosakata, serta menanggapi kritik. Ketika seorang anak mendapat pengaruh komunikasi yang negatif dari lingkungan, seperti kata kasar atau ungkapan kebun binatang yang diucapkan temannya, maka keluarga bersifat sebagai fasilitator untuk memperbaiki anak dalam berkomunikasi.

text462

Komunikasi dalam Keluarga (Sumber: http://www.zielusiana.com)

Komunikasi adalah sebuah elemen yang sangat penting untuk dikuasai karena banyaknya konflik, perdebatan, dan hal destruktif yang terjadi dewasa ini lahir dari kurangnya kemampuan berkomunikasi yang baik. Anak harus diajarkan bagaimana mengucapkan terima kasih ketika memperoleh sesuatu atau mendapatkan bantuan, bagaimana mengungkapkan kritik dan pendapat secara tepat, serta bagaimana menempatkan diri dalam sebuah situasi secara efektif.

Selain itu, faktor keteladanan juga menjadi sebuah kunci yang dipahami dalam mengembangkan proses komunikasi karena secara tidak langsung anak akan mencontoh bahasa, pemakaian kosakata, serta meniru cara komunikasi yang dilakukan oleh keluarga mereka sendiri. Dengan mendidik anak untuk berkomunikasi secara santun, maka peran keluarga dalam mengembangkan kemampuan komunikasi menjadi krusial dan berperan sentral untuk perkembangan anak ke tahap selanjutnya.

21st-Century-Skills-4-Cs-graphic

Kemampuan 4C di Abad ke-21 (Sumber: http://projects.upei.ca)

Melihat pendidikan zaman now yang jauh lebih kompleks, dinamis, dan fleksibel, maka partisipasi keluarga dalam mengembangkan 4C (critical thinking, creativity and innovation, collaboration, dan communication) menjadi sebuah kunci dari perkembangan karakter seorang anak. Apalagi arus informasi dan teknologi yang tidak dapat dibendung akan menjadi sebuah bola salju destruktif yang membesar jika tidak dikelola secara tepat.

Ketika keluarga sudah menjadi sentral dari pertumbuhan anak secara kognitif, afektif, dan psikomotorik secara utuh, maka pendidikan bukan lagi sekadar menyelesaikan pertambahan Matematika, menghitung hukum Archimedes, atau menghafal teori ekonomi. Lebih dari itu, pendidikan adalah sebuah proses holistik untuk menemukan diri anak sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki anak dalam menghadapi masa depan yang kompleks.

Referensi:

http://www.bukukita.com/Psikologi-dan-Pengembangan-Diri/Pengembangan-Diri/124244-DNA-Inovator:-Menguasai-Lima-Keahlian-Para-Inovator-Disruptif.html

https://id.theasianparent.com/cara-mendidik-anak-untuk-berpikir-kritis/

https://www.ibudanbalita.com/artikel/menumbuhkan-kreativitas-dan-inovasi-anak

http://www.spengetahuan.com/2015/02/15-pengertian-pendidikan-menurut-para-ahli.html

https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=4478

https://id.wikiquote.org/wiki/Guru_kencing_berdiri,_murid_kencing_berlari

https://ekonomi.kompas.com/read/2016/08/10/123000426/Memahami.5.Kunci.Komunikasi.untuk.Kolaborasi

https://www.jpnn.com/news/gadget-mendekatkan-kepada-individualisme

https://monsterdoodleblog.wordpress.com/2017/08/02/dilema-teknologi-mendekatkan-yang-jauh-dan-menjauhkan-yang-dekat/

https://www.hipwee.com/opini/pentingnya-komunikasi-yang-baik-pada-anak-usia-dini/

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pendidikan Keluarga dengan tema “Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian” #SahabatKeluarga

 

Be Smart Netizen: Teliti Sebelum Share, Cerdas #SebarkanBeritaBaik

31905467_1686008984813521_3719870659669524480_n

Sumber: Instagram @humas.pmj

Kehadiran sosial media mempermudah akses informasi yang diterima masyarakat di berbagai penjuru dunia. Dalam hitungan detik, berita yang ditulis melalui sosial media, baik itu website, Facebook, Twitter, maupun Instagram dapat diakses oleh warganet yang terhubung dengan koneksi internet. Kemudahan, kecepatan, dan keinstanan sosial media ini merupakan sebuah wujud dari kemajuan teknologi digital. Di satu sisi, hal ini bersifat positif karena masyarakat dapat mengetahui terjadinya suatu peristiwa secara real time. Di sisi lain, validitas berita yang ditulis belum terjamin kebenarannya dan bisa jadi kabar bohong yang dihembuskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Penyebaran hoax berdampak negatif bagi siapapun yang menerimanya. Isu kerusuhan, pemukulan, konflik yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari isu warga Tionghua dipukuli di Pontianak, kerusuhan di Sampit, hingga kericuhan di Batam pada periode waktu tahun 2016 – 2017 (Kompas.com) ini menjadi sebuah sumbu api yang memecah belah persatuan bangsa. Berita hoax yang viral di sosial media berpotensi menjadi sumber konflik yang dahsyat bagi warganet yang tidak cermat dalam menyaring berita yang masuk.

hasil-survey-apjii-2017

Sumber: mastel.id

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia tahun 2017, masyarakat yang kini banyak menghabiskan waktunya sehari-hari di depan komputer, laptop, smartphones, dan berbagai perangkat elektronik lainnya (54,68%) dari populasi Indonesia dapat dengan mudah terpancing dan bereaksi terhadap berita yang diterima. Apalagi durasi pengguna internet dilakukan setiap hari (65,98%) dengan durasi antara 1 – 3 jam (43,89%) dan didominasi oleh usia 19 – 34 tahun (49,52%).

Dc66PwrV4AA1D7i

Sumber: Instagram @divisihumaspolri

Upaya pemerintah dalam memblokir situs atau akun yang dianggap meresahkan masyarakat saja tidak cukup karena situs atau akun ini akan bermunculan bak cendawan dan terus memperbaharui diri. Kendati pelarangan penyebaran hoax sudah diatur dalam UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan dan denda paling banyak 1 miliar rupiah, tentu tidak mudah untuk melacak penyebar hoax. Apalagi membayar biaya website bukanlah hal yang tergolong mahal dewasa ini, yakni hampir setara dengan biaya makan all you can eat di sebuah gerai restoran, sudah dilengkapi dengan domain dan hosting website yang prima. Ditambah sosial media mempermudah kita untuk melakukan share ke berbagai jaringan yang kita miliki hanya dalam hitungan detik saja.

Melihat fenomena sosial media yang terjadi, maka masyarakat diminta berperan sebagai netizen yang cerdas. Dalam hal ini, swasensor menjadi solusi yang dapat diterapkan bagi pengguna sosial media dalam memilah informasi yang bohong atau benar. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menekankan bahwa warganet harus berperan cerdas dalam menangkal hoax dengan tidak membuat viral sebuah berita hoax. Berita hoax yang viral berpotensi diterima warganet sebagai kebenaran ilusi (illusory truth effect) dan memicu perpecahan di sebuah wilayah secara cepat.

Tips Cerdas Hindari Berita Hoax

Sumber: Instagram @multimedia.humaspolri

Masyarakat dapat mengenali hoax dengan melakukan pembandingan antara berita yang ditulis oleh beberapa media, kemudian melihat nama domain berita tersebut, serta melihat prinsip jurnalistik dalam proses penulisan berita tersebut. Jika prinsip 5W dan 1H tidak terdapat dalam berita tersebut, maka sudah dipastikan berita tersebut adalah hoax. Jangan sampai karena melihat judul yang bombastis, jemari kita dengan lincah menekan tombol Share tanpa tahu terlebih dahulu isi dari berita tersebut.

Selain itu, interaksi sosial dengan lingkungan juga harus terjalin dengan baik antara masyarakat yang berbeda suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Di bulan puasa ini, momen kebersamaan berbuka puasa lintas agama dapat menjadi sebuah cara untuk meredamkan ketegangan yang ditimbulkan oleh hoax. Lewat adanya rasa saling percaya dan menghargai antara masyarakat, maka kedamaian akan timbul dengan sendirinya, sehingga masyarakat bisa lebih cerdas dalam menanggapi hoax.

kbn0cjj5a9

Sumber: steemit.com

Sebagai individu, kita harus menyadari bahwa jemarimu adalah harimaumu di era digital ini, maka teliti dalam share berita sangat diperlukan dalam mencegah dampak dari viralnya berita hoax. Sekaligus marilah kita menjadi agen untuk #SebarkanBeritaBaik agar Indonesia dikenal viral karena prestasi, bukan karena sensasi, konflik, atau berita miring yang membuat citra negara kita tercoreng di mata dunia. Let’s be smart netizen!

Tulisan ini diikutsertakan dalam Citizen Journalism Social Media Competition dengan tema “Bersatu Dalam Menjaga NKRI”

#SebarkanBeritaBaik #HormatiPerbedaan

 

SAFE BPK: Peran BPK Sebagai Auditor dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

bpk2

Gedung BPK (Sumber: pengadaan.web.id)

Mungkin kita bertanya apa sih fungsi dari BPK? Selama ini, nama lembaga dengan akhiran K lainnya jauh lebih populer karena berhasil menangkap pejabat yang melakukan tindak pidana korupsi. Lantas apa peran dari BPK? Apakah serupa tapi tak sama? Maka dari itu, mari kita ketahui bersama siapa ini BPK sesungguhnya.

BPK atau Badan Pemeriksa Keuangan adalah lembaga negara yang bebas dan mandiri dalam memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Dalam UUD 1945, BPK diatur dalam UUD 1945 pasal 23E yang mengatur kewenangan, serta tugas dari BPK. Melalui visinya, BPK ingin menjadi pendorong pengelolaan keuangan negara untuk mencapai tujuan negara melalui pemeriksaan yang berkualitas dan bermartabat.

Selain itu, misi BPK adalah memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara secara bebas dan bersih, serta melaksanakan tata kelola organisasi yang berintegritas, independen, dan profesional.

Dalam melaksanakan kewenangannya, BPK dilandasi oleh 3 nilai dasar, yakni independensi, integritas, dan profesionalisme. BPK berwenang untuk memeriksa keuangan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara Lainnya, Bank Indonesia, BUMN, Badan Layanan Umum, BUMD, dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara. BPK juga berhak melaporkan pada penegak hukum jika didapati terdapat indikasi tindak pidana.

Melalui sistem kerja yang terstruktur, BPK melakukan tugasnya dalam 4 tahapan sebagai berikut:

  1. Melakukan pemeriksaan keuangan negara
  2. Hasil pemeriksaan diserahkan kepada DPR, DPRD, dan DPD
  3. Melaporkan ke aparat penegak hukum jika ditemukan unsur pidana
  4. Memantau tindak lanjut pemeriksaan BPK

Setelah itu, BPK pun menetapkan opini sebagai tolak ukur penilaian yang didasarkan pada 4 kriteria sebagai berikut:

  1. Kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan
  2. Kecukupan pengungkapan
  3. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan
  4. Efektivitas sistem pengendalian intern

Selanjutkan ditetapkan status opini dalam 4 tingkat, yakni wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian, tidak wajar, dan menolak memberikan pendapat. Hasil pemeriksaan ini kemudian dibawa ke lembaga perwakilan dan pemerintah untuk ditindaklanjuti. Jika terjadi pelanggaran, maka BPK berhak membawa laporan tersebut pada penegak hukum dan dijerat dengan hukuman yang tertulis di Pasal 26 Ayat 2 UU 15 Tahun 2014.

Melihat peran BPK sebagai auditor dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui fungsinya sebagai pengontrol arus kas negara, maka BPK menerapkan SAFE sebagai cara untuk mengamankan keuangan negara dengan pihak yang ingin “bermain” dengan keuangan negara. SAFE dapat dijabarkan sebagai berikut.

 

S – Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjut (SIPTL)

bpk3

Alur Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjut (Sumber: slideshare.net)

Laporan BPK terhadap kinerja lembaga negara dalam pengelolaan keuangan negara dapat dipantau melalui Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjut. Dengan adanya inovasi dalam sistem informasi BPK ini diharapkan BPK dapat memperkuat fungsi auditor dan kontrol dalam upaya menjaga keuangan negara. Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjut ini juga mempunyai manfaat yang sangat besar, yakni:

  1. Proses monitoring secara real time sehingga meningkatkan kinerja pemantauan Tindak Lanjut
  2. Meningkatkan partisipasi entitas secara aktif dalam proses pemantauan TL
  3. Early warning diberikan secara otomatis dan berkala oleh aplikasi sehingga mengurangi risiko pidana karena kelalaian menggunakan TL
  4. Kelengkapan dokumentasi dan validitas data terjaga, serta kemudahan pencarian dokumen TL
  5. Imbal balik dengan program E-Audit

Melihat keunggulan Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjut (SIPTL) yang dimiliki BPK, maka kita dapat melihat adanya sebuah wujud inovasi dalam upaya untuk meminimalisir tindakan korupsi dari para pejabat negara yang duduk di berbagai lembaga negara. BPK berupaya untuk memberikan langkah preventif dalam upaya mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

 

A – Akuntabel

bpk4

Akuntabilitas BPK (Sumber: hukumonline.com)

Kinerja BPK juga akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai auditor dari lembaga negara, BPK dijamin mutunya karena senantiasa dilakukan peer review oleh Badan Pemeriksa Keuangan negara lain, sehingga kinerja BPK dilakukan secara optimal dan berstandar internasional. Berdasarkan Pasal 33 UU 15 Tahun 2006, BPK membiarkan diri dikoreksi oleh BPK negara lain setelah mendapat pertimbangan DPR guna menjaga akuntabilitas dalam proses dan kinerja pemeriksaan keuangan negara.

 

F – Freedom

bpk5

Kedudukan BPK di antara Lembaga Negara Lainnya (Sumber: bpk.go.id)

Setiap anggota BPK merdeka dari tekanan berbagai pihak karena memiliki kewenangan untuk memeriksa arus kas keuangan negara secara independen, sehingga mampu melihat adanya kejanggalan dalam proses pengelolaan keuangan negara. Sebagai auditor, BPK berada setingkat dengan Presiden, Komisi Yudisial, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, DPR RI, DPD RI, dan MPR RI, sehingga merdeka dari intervensi lembaga kenegaraan lainnya yang diperiksa. BPK berdiri secara merdeka untuk memeriksa keuangan negara di lembaga tinggi negara lainnya, sehingga proses transparansi penggunaan anggaran dapat berjalan dengan baik.

 

E – Empowerment

bpk7

Laporan Masyarakat (Sumber: radarbangka.co.id)

Berbicara tentang fungsi BPK, tentu tidak terlepas dengan peran serta masyarakat dalam memperkuat fungsi pemantauan BPK itu sendiri. Masyarakat dapat melapor pada BPK jika menemukan adanya kejanggalan dalam proses pengelolaan lembaga negara tertentu melalui kanal website yang disiapkan di bagian Pengaduan Masyarakat (http://www.bpk.go.id/page/pengaduan-masyarakat). Diharapkan partisipasi aktif masyarakat juga dapat membantu dan memperkuat fungsi BPK agar senantiasa menjunjung tinggi nilai independensi, integritas, dan profesionalisme dengan adanya masyarakat sebagai auditor dalam fungsi dan kewenangan BPK di lapangan.

Tentu ketika melaporkan temuan, masyarakat harus memperhatikan kronologis kejadian, melihat pasal yang berlaku, menyertakan bukti awal, dan jika berkenan dapat melampirkan identitas diri pelapor jika dibutuhkan keterangan tambahan.

Dengan implementasi SAFE di lapangan, BPK diharapkan mampu menjadi auditor yang melindungi dan menjaga keuangan negara agar berada pada pos yang tepat guna dan tepat fungsi. Selain itu, BPK juga mampu mengawal harta negara menuju pemanfaatan yang tepat sasaran, yakni kesejahteraan masyarakat. Let’s SAFE BPK!

Sumber Literatur: http://www.bpk.go.id

 

Utopia Bernama Cinta Rupiah

uang

Sumber: Reuters

Ketika seseorang mencintai, maka sesungguhnya ia merelakan dirinya menderita. Bukan karena ia lemah, tapi karena ia menyerahkan separuh jiwanya bagi apa yang dicintainya. Cinta mungkin bukanlah hal yang asing di mata kita. Cinta ditemukan hampir di semua sudut dan ruang yang ada di dunia. Sayangnya terkadang kita tidak memahami apa cinta itu sesungguhnya. Ada yang mengartikan cinta adalah hubungan antara lawan jenis atau kasih sayang yang diberikan orang tua. Lebih dari itu, cinta mempunyai makna universal yang patut kita pahami secara utuh.

Berbicara tentang Cinta Rupiah, terlintas di benak saya kenangan pahit tentang tragedi tahun 1998. Demonstrasi besar-besaran dan krisis moneter yang terjadi di Indonesia membuat nilai rupiah terjun bebas ke angka Rp 16.650 per dolar AS. Alhasil pemerintah mendengungkan gerakan Cinta Rupiah guna membangkitkan kembali kekuatan rupiah di kancah perdagangan valas dunia. Kampanye tersebut boleh dikatakan tidak berhasil karena masyarakat Indonesia merasa lebih aman untuk menyimpan dolar AS karena nilainya yang relatif stabil dan tidak fluktuatif layaknya rupiah.

Kini kita hidup di tahun 2017, di mana kondisi rupiah juga dapat dikatakan melemah. Utang negara dalam dolar AS, kenaikan suku bunga Bank Sentral AS, dan banyaknya uang negara yang ditanam di negara lain membuat pelemahan rupiah menjadi sebuah tren yang kurang menggembirakan bagi Indonesia. Pemerintah pun tak tinggal diam dengan menerbitkan aturan penggunaan rupiah untuk semua transaksi yang terjadi pada 1 Juni 2015 melalui Surat Edaran BI (SEBI) Nomor 17/11/DKSP tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tentu apa yang dilakukan pemerintah semata demi membangkitkan kembali kekuatan rupiah yang terpuruk oleh kondisi ekonomi global yang mempengaruhi siklus perdagangan Indonesia yang masih mengandalkan dolar AS. Memang Bank Indonesia berencana untuk mengadakan kerja sama dengan bank di Malaysia dan Thailand untuk penggunaan mata uang kawasan, baik itu Indonesia Rupiah, Malaysia Ringgit, dan Thailand Bath untuk transaksi jual beli yang terjadi. Namun hal itu saja tidak cukup, jika cinta rupiah itu hanya sekadar kampanye atau gerakan sporadis semata yang didengungkan Bank Indonesia tanpa diimplementasikan sampai ke akar rumput.

Cinta rupiah sama halnya dengan mencintai seseorang. Cinta itu buta, kendati menyakitkan atau melelahkan, tapi toh kita tetap mempertahankannya karena ada rasa cinta itu di dalam hati. Cinta bukanlah kawin paksa yang dipandu oleh seseorang antara satu dengan yang lainnya. Maka dari itu, cinta itu harus lahir dari objek insan itu sendiri, dalam hal ini masyarakat Indonesia.

Melalui perjalanan sejarah, Indonesia sudah merdeka selama 72 tahun hingga saat ini dan kita pun diajarkan bahwa bentuk kedaulatan Indonesia adalah digunakannya identitas bangsa sebagai identitas nasional yang patut kita syukuri. Kita mempunyai bendera merah putih, Bahasa Indonesia, dan tentunya mata uang Rupiah untuk digunakan di Indonesia. Dulu saat zaman penjajahan, mata uang yang digunakan adalah mata uang yang diciptakan penjajah dan tentunya kita tunduk pada apa yang diperintahkan oleh penjajah.

Wujud cinta rupiah sendiri adalah memaknai siapa itu rupiah dalam konteks kebangsaan kita hari ini. Rupiah adalah simbol kemerdekaan yang hakiki dari Republik Indonesia. Rupiah adalah sebuah wujud cinta dari para pejuang yang rela berkorban di medan perang demi memperjuangkan kemerdekaan kita. Maka dari itu, cinta rupiah sebenarnya bukan berbicara tentang untung rugi, tetapi seberapa nasionaliskah kita dengan negara kita tercinta, Indonesia.

Ketika tangan kita sibuk mencoret-coret uang rupiah dan meremasnya hingga kecil, seyogianya kita sedang merendahkan harga diri negara kita sendiri. Rupiah adalah cerminan dari mata uang Indonesia. Ironisnya beberapa mata uang negara lain justru kita perlakukan sangat baik dari penyimpanan dalam suhu ruang yang stabil, diberi plastik, bahkan ditaruh secara aman di safety box. Kita justru lebih mencintai mata uang negara lain yang menjadi penyebab anjloknya nilai rupiah tanpa kita sadari.

Mencintai rupiah sama halnya dengan mencintai seseorang. Ada konsekuensi, juga derita yang harus ditanggung dari rasa cinta itu sendiri. Tentu melepaskan valuta asing akan memberikan ketidakpastian dan nilai uang yang serba tidak pasti, tapi bukankah cinta itu juga berisiko. Kita berisiko kehilangan, juga merasakan pedihnya cinta itu sendiri. Ketika kita mencintai rupiah, maka kita juga mencintai Indonesia yang selama ini telah membesarkan diri kita. Jangan katakan dusta tentang cinta tatkala cinta rupiah itu hanyalah sebatas slogan atau ucapan, tetapi perbuatan sehari-hari yang tidak diviralkan oleh sosial media.

Mencintai rupiah itu juga menjaga kondisinya tetap terjaga layaknya semula. Ketika berada di dalam angkot, bus, tempat ibadah, atau pembelian karcis, mengapa kondisi rupiah yang diterima selalu berada dalam kondisi kumal, kucel, dan berbau tidak sedap? Mengapa justru kita menemukan rupiah yang bersih pada restoran atau hotel berbintang? Ketika kita mencintai rupiah, maka kita harus sadar untuk menjaga kondisi rupiah dengan baik dalam penggunaan apapun. Tentu kita tidak perlu diancam bahwa nilai rupiah akan dikurangi jika dalam kondisi terlipat atau rusak, bukan.

Cinta rupiah itu juga tak bersyarat. Kita tak perlu menuntut pemerintah untuk melakukan denominasi rupiah atau melakukan hal yang tidak terjangkau oleh kita. Cinta rupiah adalah satu, yakni melakukan apa yang kita mampu lakukan baginya tanpa embel-embel apapun. Jika kita mencintai seseorang, pernahkah kita mempertanyakan atas dasar apakah cinta itu? Cinta bukanlah logika matematika yang harus dipecahkan dengan jawaban pasti layaknya pertambahan satu dengan satu sama dengan dua. Cinta adalah sebuah rasa dan asa yang membuat kita terjaga dan menjaga apa yang kita miliki.

Lalu apakah cinta rupiah itu dapat terlaksana? Bukan pemerintah yang dapat menjawab keberhasilan dari gerakan tersebut, tetapi kita semua yang menggunakan rupiah dalam kehidupan sehari-hari. Sudahkah kita mencintai rupiah sebagaimana kita mencintai seseorang? Sudahkah kita merelakan simpanan mata uang asing berganti menjadi rupiah? Sudahkah kita terlibat untuk mencintai rupiah dalam hal yang sangat sederhana, yakni memperlakukan kondisi rupiah secara sempurna tanpa harus melipat, meremas, atau bahkan mencoret-coret.

Semoga kita bukanlah golongan orang yang sibuk mencaci nilai rupiah yang anjlok dibandingkan mata uang negara lain, di saat kita menukarkan rupiah untuk belanja barang-barang branded di luar negeri dengan nilai fantastis dan di saat yang sama mendengungkan semangat cinta rupiah lewat sosial media. Karena cinta rupiah lahir dari kesadaran diri sendiri sama halnya dengan memaknai arti Indonesia dalam diri kita.

Saat Indonesia Jadi Panggung GMT

Lomba Blog Laskar Gerhana detikcom

Tema: “Fenomena Gerhana Matahari di Indonesia”

 

Saat Indonesia Jadi Panggung GMT

 

Sebagai penggemar film berbau science fiction, saya tertarik dengan segala sesuatu yang berbau luar angkasa. Saya ingat ada sebuah film menarik berjudul Interstellar yang menggambarkan bagaimana perjalanan luar angkasa bisa membuat seseorang mengalami dilatasi waktu. Saat kehidupan di Bumi sudah berjalan 7 tahun, Cooper, tokoh utama dalam cerita ini justru baru bertambah tua selama 1 jam ketika mendarat di planet Miller. Letak planet Miller yang mendekati lubang hitam inilah yang membuat waktu menjadi relatif bagi Cooper.

 

Memang begitu banyak kemustahilan yang tidak dimengerti oleh akal sehat, namun banyak sekali ilmu baru yang didapatkan dari film berdurasi 2,5 jam ini dengan berbagai istilah mekanika kuantum dan fisika yang begitu dominan sepanjang alur cerita. Interstellar mungkin hanyalah sebuah cerita khayalan, tapi masyarakat Indonesia kini dapat merasakan dan berpartisipasi dalam peristiwa alam nyata yang akan terjadi pada 9 Maret 2016.

 

Ya, fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) ini adalah salah satu fenomena alam yang sangat langka terjadi di Bumi. Fenomena alam, di mana bulan berada di antara matahari dan Bumi ini membuat matahari seolah menghilang untuk sesaat. Di Indonesia sendiri, Gerhana Matahari Total baru terjadi sebanyak 9X dan terakhir kali terlihat pada 24 Oktober 1995. Jika dulu Gerhana Matahari Total dianggap berbahaya dan mengakibatkan kebutaan, kini Gerhana Matahari Total menjadi sebuah primadona tersendiri bagi Indonesia untuk mendongkrak sektor pariwisata di berbagai daerah yang dilaluinya.

 

Jalur GMT akan melintasi Lubuk Linggau, Palembang, Toboali, Koba, Manggar, Tanjung Pandan, Palangkaraya, Balikpapan, Sampit, Palu, Poso, Ternate, Tidore, Sofifi, Jailolo, Kao, dan Maba. Tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi Indonesia karena Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret 2016 nanti hanya akan terjadi di daratan Indonesia! Ratusan ribu wisatawan asing yang menggemari dunia astronomi akan berduyun-duyun datang ke Indonesia untuk menyaksikan fenomena alam yang sangat langka ini.

 

Mengingat Indonesia akan menjadi panggung utama dari pertunjukan Gerhana Matahari Total, maka Kemenpar harus berbenah agar wilayah yang dilalui Gerhana Matahari Total dapat menjadi destinasi wisata yang mengakomodasi turis domestik dan internasional secara aman, nyaman, dan berkualitas. Dari segi pariwisata, pemerintah daerah harus mengelola dan membenahi situs pariwisata setempat agar pengunjung tidak hanya sekadar untuk melihat Gerhana Matahari Total, tetapi juga mau berwisata dan merasakan kekhasan budaya nusantara yang ada di setiap daerah yang dilalui GMT.

 

Tidak hanya itu, akses dari dan ke bandara setempat menuju akomodasi dan tempat pengamatan Gerhana Matahari Total haruslah menjadi prioritas utama agar kesiapan Indonesia dalam menyambut fenomena alam Gerhana Matahari Total ini tidak hanya ala kadarnya, tetapi dapat dipersiapkan secara matang. Selain itu, pemerintah harus mulai melakukan sosialisasi tentang cara mengamati Gerhana Matahari Total, di mana fenomena tersebut harus disaksikan dengan metode yang tepat agar tidak merusak retina mata akibat menatap matahari dengan mata telanjang sebelum ataupun sesudah Gerhana Matahari Total terjadi.

 

Semoga saja mata dunia yang tertuju pada Indonesia untuk melihat Gerhana Matahari Total pada 9 Maret 2016 ini tidak hanya menjadi angin lalu saja, tetapi dapat dimanfaatkan Kemenpar dan Pemerintah Daerah setempat untuk memperlihatkan seperti apa “Pesona Indonesia” yang dianugerahi dengan berbagai kekayaan alam dan budaya yang melimpah. Sungguh tak sabar rasanya menantikan momen Gerhana Matahari Total terjadi dan melihat Indonesia menjadi panggung utama dari terjadinya peristiwa alam langka ini. Selamat berbenah dan menyambut Gerhana Matahari Total!

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog “Laskar Gerhana detikcom”